Puisi kemanusiaan "Masih Pantaskah?"

Puisi Kemanusiaan ini saya buat karena saya mengikuti lomba baca puisi di salah satu event pmr yaitu KBL (Kemah Bakti dan Lomba). Event ini diadakan di Makassar. Puisi ini menceritakan perubahan sikap manusia yang dulunya sangat baik tapi sekarang sifat kemanusiaannya sudah menghilang sedikit demi sedikit.Ingat yah, kalo mau copy puisi ini, jangan ganti penciptanya :D



Masih Pantaskah?
cipt. Muhammad Rizky Eka Arlin
Ketika manusia fokus ke materi
Ketika manusia terpengaruh manusia lain
Ketika manusia lain tak dianggap manusia
Ketika manusia tak mampu memanusiakan
Ketika manusia kehilangan rasa kemanusiannya

Manusia tak mampu menepis roda tajam globalisasi
Manusia tak mampu menghancurkan karang pergaulan
Manusia tak mampu memermak hatinya
Manusia tak mampu memecah keheningan interaksi

Merasa cerdas padahal licik
Merasa baik padahal gila hormat
Merasa tegas padahal otoriter
Merasa peduli padahal penjilat
Jual mahal padahal munafik

Masih Pantaskah mereka disebut pemimpin?
Masih Pantaskah mereka disebut khalifah?
Masih Pantaskah mereka disebut makhluk mulia?
Masih Pantaskah mereka disebut manusia?


Sekian puisi saya yang berjudul "Masih Pantaskah?"
kunjugi juga puisi saya yg lain:



  • Waktu (Puisi untuk seseorang yang belum pernah ditemui)
  • Salju (Puisi untuk senior di MOS)
  • Indonesiaku (Puisi perjuangan)
  • Kesedihanku ( Puisi untuk keluarga yang meninggal )
  • Negeri Impian (Puisi yang mengandung rima)
  • Masih Pantaskah (Puisi Kemanusiaan)
  • 2 Responses to "Puisi kemanusiaan "Masih Pantaskah?""